Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Alokasi Frekuensi untuk Pemancar TV (PAL B/G)

CATATAN:

*.......Di Indonesia, VHF Band-III hanya dialokasikan untuk Lembaga Penyiaran Publik (TVRI)
**.....Dalam lampiran Kepmen No.76 tahun 2004, kanal 21 tidak ada.
***....Penambahan kanal 62 adalah untuk menggantikan pengurangan kanal 21 tersebut di atas.

Jumlah total = 40 kanal (kanal 22 s/d kanal 62). Dalam prakteknya, untuk siaran TV analog, kanal yang berdekatan (adjacent channel) tidak bisa digunakan karena akan saling mengganggu. Sebagai contoh misalnya pemancar RCTI di Jakarta menggunakan kanal 43, maka kanal 42 dan 44 (genap) tidak bisa digunakan oleh pemancar TV lain. Kanal yang bisa digunakan adalah 41 atau 45 (ganjil). Dengan demikian dari 40 kanal yang tersedia, hanya setengahnya saja yang bisa dimanfaatkan.

Dari sini terlihat bahwa pemancar TV analog sangat boros bandwidth. Sebab dari 40 kanal yang tersedia hanya 20 kanal saja yang bisa dimanfaatkan.

Dengan teknologi digital DVB-T2, satu kanal itu bisa digunakan untuk menyiarkan 12 program, dan kanal yang berdekatan (adjacent channel) masih tetap dapat digunakan (tidak saling ganggu). Dengan demikian bila semua 40 kanal itu dipakai semua, maka bisa digunakan untuk menyiarkan program TV sebanyak 12 x 40 = 480 program secara bersamaan. Inilah hal yang paling mendasar mengapa migrasi ke TV digital perlu dan harus dilakukan.

Kembali ke Pemancar TV atau Mekanisme Kerja Stasiun TV atau lompat ke TV Digital

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © 2009