"If you can't explain it simply, you don't understand it well enough."

(Albert Einstein)

 


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Content Delivery

Content Provider dapat menyalurkan produknya melalui:

  • Operator TV berbayar
  • Mux Provider
  • Internet
  • Satelit

1. Operator TV Berbayar

Operator TV berbayar sangat membutuhkan content untuk mengisi kanal-kanal yang cukup banyak agar menarik buat para pelanggannya. Makin beragam content yang ada di kanal-kanal itu akan semakin menarik minat para calon untuk berlangganan, apalagi jika content itu memang bermutu. Di sinilah peran content provider itu benar-benar dibutuhkan untuk mengisi kanal-kanal itu.

2. Mux Provider

Di era TV digital, satu unit pemancar TV bisa menyiarkan 12 program siaran (content) secara bersamaan. Teknisnya, 12 program siaran itu digabung menjadi satu, melalui metoda yang disebut Multiplexing (disingkat mux), baru kemudian dipancarkan secara bersamaan. Lembaga yang diberi hak untuk melakukan multiplexing dan lalu memancarkannya ini kemudian disebut Mux Provider. Selanjutnya para content provider dapat menyewa kanal-kanal yang disediakan oleh Mux Provider untuk menyiarkan produknya.

3. Internet

Content provider dapat langsung menyiarkan produknya melalui website sehingga bisa diterima oleh siapa saja yang memiliki akses internet.  Makin banyak pemirsa yang membuka content di website ini berarti makin besar pula potensinya untuk mendapatkan iklan.

Dengan sedikit tambahan software aplikasi, jumlah pemirsa dan bahkan profil dari para pemirsa dapat diketahui setiap saat, 24 jam sehari dan sepanjang waktu, sehingga dengan demikian jenis produk apa yang paling tepat untuk diiklankan, di program yang mana dan pada jam berapa iklan itu harus ditayangkan, menjadi sangat mudah ditentukan.

Selain website, content itu bisa juga disiarkan melalui Youtube. Sebab saat ini Youtube sudah menerapkan pemasangan iklan pada content-content yang banyak dikunjungi oleh pemirsa. Penghasilan dari iklan ini oleh Youtube kemudian dibagi dua dengan komposisi: 55% buat content provider dan 45% buat Youtube. Langkah terobosan yang sangat bagus ini kemudian diikuti oleh Facebook.

4. Satelit

Content provider dapat langsung menyiarkan produk-produknya melalui satelit dengan cara menyewa transponder dari operator satelit. Dengan cara ini maka siaran dapat diterima di seluruh Indonesia dan bahkan juga di manca negara, tergantung dari wilayah cakupan (footprint) satelit yang disewa itu. Akan tetapi untuk bisa menangkap siaran dari satelit ini penerimanya harus menggunakan antena parabola.

Berhubung siarannya sudah bisa diterima di seluruh Indonesia, walaupun harus menggunakan antena parabola, maka dengan sendirinya content provider bisa bekerja sama dengan content provider lain di seluruh wilayah Indonesia untuk menerapkan sistem siaran berjaringan.

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © Oktober 2011