Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Studio: Intercom

Di dalam studio banyak sekali pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi sebuah program, yaitu:

01. Producer
02. Program Director
03. Floor Director
04. Anchor / Pembawa Acara
05. Cameraman
06. Switcherman
07. Audio Engineer
08. Lightingman
09. CG / Graphic Operator
10. Record & Playout Operator
11. Operator Telepromter
12. Technical Support
13. Master Control Operator

Ke semua personel ini selalu terlibat aktif dalam sebuah kegiatan produksi di dalam studio. Khusus untuk program siaran langsung, suasana kegiatan produksi umumnya sangat gaduh, ritme kerjanya sangat cepat, penuh dengan tekanan dan setiap keputusan harus diambil saat itu juga dengan tingkat kesalahan yang seminim mungkin.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada saluran komunikasi khusus antara satu dengan yang lain. Semua personel yang berkepentingan akan saling berteriak untuk menyampaikan maksudnya. Sementara personel yang lain, dengan kepentingan yang lain, juga akan melakukan hal yang sama. Maka suasana akan menjadi sangat berisik dan gaduh.

Nah di sinilah Intercom dibutuhkan, dimana fungsi utamanya adalah untuk menjadi saluran komunikasi yang tertib dan terarah. Tertib dan rapi dalam arti komunikasi dapat berlangsung secara bergantian, sedangkan terarah dalam arti ada beberapa saluran yang bisa dipilih untuk komuniikasi secara berkelompok dengan kepentingan yang berbeda. Sebagai contoh misalnya:

1. Producer hanya berbicara kepada Anchor / Talent melalui saluran Program Interupt.
2. Program Director berbicara dengan Cameraman melalui channel-1.
3. Producer berbicara dengan Floor Director melalui channel-2.
4. Program Director berbicara dengan Audioman, Graphic, MCR dan Technical Support melalui channel-3.
5. Sementara channel-4 digunakan untuk pemakaian bersama (Party Line).

Gambar (1): Saluran komunikasi dibagi beberapa kanal untuk tujuan yang berbeda-beda.

Begitulah. Maka dengan adanya Intercom ini komunikasi di dalam studio akan menjadi tertib dan terarah. Intercom juga sering digunakan untuk komunikasi antara studio dan satu lokasi di luar studio, dimana sebuah event sedang berlangsung. Agar komunikasi ini tetap berlangsung secara tertib dan terarah juga maka diperlukan sebuah interface antara Intercom dengan saluran telephone. Melalui interface ini maka crew yang berada di dalam studio bisa berkomunikasi dengan crew yang berada di luar studio (melalui jaringan telephone) seperti layaknya berkomunikasi via Intercom di dalam studio. Salah satu produk interface seperti ini misalnya adalah ClearCom tipe AC-701 (perhatikan gambar 1).

Hubungan Intercom dari Producer ke Talent juga bisa berlangsung secara wireless dengan menggunakan transmitter ClearCom PTX2 dan receiver ClearCom PRC2 (perhatikan gambar 1), dan masih banyak lagi variasi produk intercom yang bisa dipilih untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik di masing-masing studio. Gambar 2 memperlihatkan satu contoh lagi diagram Intercom 4 kanal yang sangat umum digunakan di News Studio.

Untuk jaringan Intercom yang lebih kompleks sangat disarankan untuk menggunakan intercom jenis MATRIX yang cara kerjanya mirip PABX telephone, dimana ada satu Centre Station dengan sekian banyak Remote Station. Setiap Remote Station bisa menghubungi Remote Station lain cukup dengan menekan tombol-tombol tertentu sebagaiman layaknya menekan tombol telephone. Contoh-contoh produk Intercom beserta varasinya bisa dilihat lebih lanjut di Produk Intercom.

Gambar (2): Salah satu contoh konfigurasi Intercom di dalam studio

Artikel selanjutnya: Lighting

Artikel sebelumnya:

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © November 2011