Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Newsroom Automation

Di awal tahun 90-an dimana peralatan produksi masih didominasi oleh peralatan berteknologi analog, posisi ruang mesin editing selalu terpisah dari ruang mesin pengolah kata (word processor). Sebab mesin editing masih berbasis analog sedangkan mesin pengolah kata sudah berbasis digital (komputer). Padahal untuk keperluan program berita diperlukan teks yang harus dibaca (oleh pembaca berita) untuk disampaikan kepada pemirsa. Maka pada waktu itu solusinya adalah: gambar dan suara diolah di ruang editing sedangkan secara terpisah naskah berita diolah di tempat lain di sebuah komputer pengolah kata. Output dari ruang editing adalah gambar dan suara, sedangkan output dari pengolah kata adalah print out (teks yang dicetak di atas kertas). Dari kertas print out inilah naskah berita itu dibacakan, hingga pada perkembangan berikutnya naskah berita itu kemudian bisa langsung dibaca oleh Anchor (pembawa berita) melalui Teleprompter. Inilah prinsip dasar dari mekanisme produksi program berita di sebuah stasiun televisi.

Mesin pengolah kata kemudian terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi microprocessor dan software-software komputer. Teknologi komputer berjaringan pun juga berkembang dengan sangat pesat. Dari teknologi komputer berjaringan inilah kemudian muncul istilah Newsroom Automation atau sering pula disebut News Room Computer System (NRCS). Dalam sistem ini beberapa komputer dibuat berjaringan (terhubung satu sama lain) sehingga para reporter, jurnalist dan producer dapat bekerja di satu Work Station ke Work Station lainnya tanpa kehilangan naskah yang sedang dikerjakannya. Sebab semua data dan naskah berita yang sedang dikerjakannya itu tersimpan di sebuah server yang bisa diakses oleh semua Work Station. Gambar di bawah ini adalah diagram dari sebuah NRCS.

Dalam menyusun berita para jurnalist sering membutuhkan banyak informasi dari berbagai sumber. Misalnya dari koran, majalah, press release, brosur, internet dlsbg. Atas dasar itulah maka NRCS umumnya dilengkapi dengan News Feed, yaitu data berupa teks yang berasal dari kantor-kantor berita terpercaya seperti: antara, Reuter, AFP, APTN, dslb. News Feed ini kemudian dimasukkan ke dalam server dan secara otomatis akan masuk ke dalam folder-folder yang sudah ditentukan sebelumnya. Kategori berita tentang politik, hukum, ekonomi, seni, budaya, olah raga dlsbg akan tersusun secara rapi dalam folder-nya masing-masing sesuai urutan jam dan tanggal masuknya. Dengan demikian para jurnalist (yang memiliki spesialisasi berbeda-beda) akan dengan mudah mencari informasi atau referensi yang dibutuhkannya untuk menyusun sebuah naskah berita. Di dalam Server itu umumnya juga sudah dilengkapi dengan mesin pencari (search engine) untuk membantu memudahkan pencarian data.

RUNDOWN

Bagian terpenting dari News Automation adalah Rundown, dimana di dalam Rundown terdapat kolom-kolom yang harus diisi (oleh producer, editor dan reporter) sedemikian rupa sehingga menghasilkan urutan penyampaian berita yang menarik. Misalnya, topik berita yang paling hangat diletakkan di menit-menit pertama, disusul dengan tema-tema umum yang berbobot dan kemudian dilanjutkan dengan tema-tema lain yang lebih ringan.

Apabila nama lokasi, nama peristiwa dan nama nara sumber perlu disampaikan, maka perangkat yang disebut CG (Character Generator) dapat ditambahkan untuk menampilkan huruf-huruf menarik yang ditayangkan bersamaan dengan gambar yang dimaksud. Bila perlu, gambar graphic dengan ukuran satu layar penuh bisa juga ditampilkan untuk memperkaya isi berita itu. CG dan Graphic ini dapat diintegrasikan ke dalam sistem (menggunakan MOS protocol) agar isi dari CG dan Graphic yang dibuat jauh sebelum jam tayang itu dapat dengan cepat dipanggil untuk ditampilkan ke layar.

Di dalam Rundown terdapat kolom-kolom penting yang umum digunakan, misalnya: nama pembaca berita (anchor), judul berita (slug), durasi, CG dan Graphic. Lalu ada juga kolom untuk jenis berita: VO (Voice Over), SOT (Sound on Tape) atau Paket. Dengan sistem ini durasi total dari satu program berita akan secara otomatis muncul dengan sendirinya, sehinga mudah bagi producer untuk menambah judul berita bila kurang (under) atau membuangnya bila berlebih (over). Menambah, mengurangi dan merubah urutan berita dalam Rundown sangat lah mudah, tinggal drag & drop, atau add dan delete saja. Inilah kemudahan yang bisa diperoleh dari News Automation.

News Automation juga dedesain agar mampu menghitung kecepatan membaca dari setiap pembaca berita (Anchor). Caranya adalah dengan terlebih dulu meminta setiap Anchor membaca sebuah berita. Kemudian berdasarkan sample ini akan bisa diketahui berapa kecepatan masing-masing Anchor dalam membaca berita. Selanjutnya formulasinya dimasukkan ke dalam kolom Anchor dan Durasi Berita. Dengan cara ini maka salah satu parameter dari durasi berita adalah siapa pembaca beritanya.

SOLUSI ATAS KENDALA JARAK

Masalah jarak dan kemacetan lalu lintas sering membuat reporter yang meliput berita di lapangan tak punya waktu untuk kembali ke studio dan lalu menyusun naskah. Bila materi berita itu bernilai tinggi maka akan sangat disayangkan bila akhirnya tak bisa ditayangkan hanya karena terkendala oleh jarak dan waktu. Kasus seperti ini sering terjadi, khususnya di Jakarta yang terkenal macet. Itulah sebabnya NRCS umumnya dilengkapi dengan fasilitas external akses dimana para reporter yang sedang meliput berita bisa membuat naskah dan membuka Rundown langsung dari lokasi. Dengan cara ini Producer Program juga bisa segera bertindak untuk melengkapi isi dari materi berita tersebut agar bisa ditayangkan tepat pada waktunya.

SCRIPT BASED Vs FULLY AUTOMATION

News Automation sebagaimana diuraikan di atas pada dasarnya masih berbasis naskah (script based), artinya baru sebatas naskah saja yang diotomatisasi, sedangkan gambar dan suara masih diolah secara terpisah. Dengan kata lain antara naskah dan gambar masih belum menyatu. Dalam kasus ini penyatuan naskah dan gambar hanya terjadi pada saat siaran berita itu ditayangkan, dimana pembaca berita membaca naskah (melalui Teleprompter) sedangkan gambar dan suara ditayangkan dari mesin pemutar video (Playout).

Namun demikian script based automation telah sekian lama terbukti memberikan hasil yang sangat baik mengingat sudah adanya integrasi antara Rundown dengan perangkat lain seperti: News Feed, CG, Graphic dan Teleprompter. Salah satu kelemahan dari script based automation ini adalah cukup sering terjadi ketidak-sesuaian antara naskah dengan gambar. Misalnya, naskahnya sedang menceritakan kebakaran hutan, tapi gambar yang muncul di layar adalah bapak Bupati yang sedang dikerumuni wartawan, bukan gambar hutan yang sedang terbakar. Hal ini disebabkan karena pada saat editing, mesin pengolah kata dan mesin pengolah gambar itu terpisah satu sama lain, sehingga koordinasi antara editor naskah dan editor gambar sering tidak sinkron. Masalah ini kemudian teratasi dengan hadirnya NRCS yang benar-banar terintegrasi secara total, dimana naskah, gambar dan suara bisa ditampilkan dalam satu layar komputer untuk diedit secara bersamaan. Mengenai hal ini akan di bahas pada bab Fully Integrated NRCS.

Hak Cipta © PT. Dua Wijaya Teleinformatika 2009. Setiap hak cipta dilindungi undang-undang.