Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Fully Integrated NRCS (News Room Computer System)

Sistem Fully Integrated NRCS ini cukup rumit dan kompleks, sehingga akan sangat sulit memahami uraian di bawah ini jika pembaca tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang: Studio, Editing, On Air dan News Automation. Oleh karena itu agar bisa mengikuti penjelasan mengenai sistem Fully Integrated NRCS ini sangat disarankan supaya pembaca mempelajari terlebih dahulu tentang bab-bab sebelum ini, yaitu:

1. Cara kerja studio (Studio: Video Work Flow) yang dalam diagram di bawah ini diberi warna kuning.
2. Cara kerja editing yang terintegrasi (Centralized Editing) yang dalam diagram di bawah ini diberi warna hijau.
3. Cara kerja otomatisasi On Air (On Air Automation) yang dalam diagram di bawah ini diberi warna ungu.
4. Cara kerja otomatisasi ruang redaksi (Newsroom Automation) yang dalam diagram di bawah ini diberi warna biru.

Gambar 1: Diagram Fully Integrated NRCS. Perbesar Gambar.

Inti dari sistem Fully Integrated NRCS ini adalah adanya integrasi antara naskah, gambar dan graphic. Semuanya terkoneksi satu sama lain melalui jaringan data (Gigabit Ethernet). Jurnalis yang sedang membuat naskah berita juga dapat langsung melihat gambar yang dibuat oleh Video Editor. Sebaliknya Video Editor juga bisa langsung melihat naskah yang disusun oleh Jurnalis pada saat dia sedang mengedit gambar. Bahkan para Jurnalis itu dapat menulis naskah dan sekaligus mengedit gambar dalam satu layar. Dengan demikian sinkronisasi antara naskah dan gambar menjadi mudah sekali dilakukan. Para Producer Program pun menjadi lebih mudah untuk melakukan tindakan jika ada sesuatu yang tidak tepat pada isi sebuah materi berita, karena dia sendiri juga bisa langsung meng-edit naskah maupun gambarnya sekalian.

Secara garis besar, mekanisme kerja dari sistem Fully Integrated NRCS ini adalah sebagai berikut:

1. Materi yang berasal dari luar di-ingest atau dimasukkan ke dalam sistem melalui Ingest Server. Materi ini bisa berasal dari Studio, dari luar studio (via satelite) atau dari VTR. Berbagai cara meng-ingest materi ini ke dalam sistem sudah dijelaskan secara rinci pada bab Editing Non Linier.

2. Khusus untuk proses ingest material yang berasal dari studio (taping) dilakukan secara manual melalui sebuah PC yang diberi nama Ingest Manager.

3. Proses ingest material yang berasal dari Satellite bisa dilakukan secara manual atau otomatis. Sistem manual diterapkan jika materi yang diterima dari satelit dilakukan secara occasional (tidak terjadwal). Namun jika sudah terjadwal maka proses ingest dapat dilakukan secara otomatis, dimana operator Satellite Feed tinggal memasukkan data (waktu dan durasinya) ke dalam program yang telah tersedia di dalam Ingest Manager. Nantinya jika saatnya tiba maka materi-materi ini akan ter-ingest secara otomatis ke dalam sistem sesuai jadwal yang telah diprogramkan tadi.

4. Semua materi yang di-ingest harus selalu disertai dengan Metadata yang di-entry secara manual ke dalam data base server. Hal ini sangat penting mengingat hanya berdasarkan Meta Data inilah file-file tersebut dapat dicari. Meta Data ini harus di-entry secara rinci agar materi video yang sudah menjadi file digital ini mudah ditemukan. Metadata yang dimaksud adalah berupa informasi tentang: sumber materi, hari, tanggal, jam, lokasi, nara sumber, kameraman, peristiwa yg ada di dalamnya, uraian kejadian dan hal-hal spesific lain yg berkaitan dengan isi dari materi yang di-ingest tersebut.

5. Begitu ingest sudah dimulai, maka video dalam bentuk file itu sudah bisa langsung diakses oleh jurnalis, editor atau producer yang membutuhkannya. File yang masuk ke dalam sistem secara otomatis akan dipecah menjadi dua: Low Resolution dan High Resolution. Low Resolusion digunakan untuk keperluan browsing dan rough edit (edit kasar / garis besarnya saja), sedangkan file High Resolution digunakan untuk craft edit (edit halus / detail).

6. Beberapa work station untuk jurnalist dapat dilengkapi dengan software editing sederhana (cut-to-cut). Dengan fasilitas ini jurnalis sudah bisa menyusun gambar dan narasi untuk materi berita yang sedang dibuatnya. Jika sudah tersedia di server, jurnalis itu juga sudah bisa melihat CG dan graphic yang nanti akan tampil bersamaan dengan materi berita itu.

7. Namun demikian untuk pekerjaan editing yang lebih halus dengan tingkat kesulitan yang tinggi, memang harus dikerjakan oleh Video Editor yang sudah ahli. Untuk itulah perangkat Edit Suite perlu disediakan. Akan tetapi jika hasil dari fasilitas edit cut-to-cut itu dirasa cukup, maka materi berita yang dibuat jurnalis itu sudah bisa tayang tanpa harus menunggu diedit lebih halus lagi. Dengan demikian banyak tenaga dan waktu yang bisa dihemat.

8. Materi berita yang telah siap tayang selanjutnya dikumpulkan ke On Air Storage terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam Play List (daftar tunggu) dan dilakukan pengecekan terakhir. Setelah semuanya Playout Server A dan Playout Server B untuk dimasukkan ke dalam. Pada waktunya nanti Run Down akan memberi komando agar Playout Server ini menayangkan materi-materi sesuai urutan yang telah disusun sebelumnya. Run Down juga memberikan komando kepada komputer CG, Graphic dan Teleprompter untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Sistem komunikasi data antara Run Down dengan CG, Graphic dan Teleprompter ini menggunakan standar protokol MOS (Media Object Server).

9. Materi berita yang masih hangat, untuk sementara disimpan di dalam Central Storage dalam jangka waktu tertentu. Sebab sebuah berita hangat umumnya akan terus diup-date dan ditayangkan berulang-ulang hingga lama-kelamaan akan terasa basi sendiri. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan, materi-materi berita yang sudah kedaluarsa kemudian dipindahkan ke media penyimpan lain seperti LTO (Linier Tape Open) untuk disimpan di Library. Kelak jika diperlukan materi ini bisa di-restore kembali ke dalam sistem untuk diolah lebih lanjut.

Semua data tentang isi dan pegerakan dari semua materi ini, mulai dari ingest, edit, hingga ditayangkan dan terakhir disimpan di Library, semuanya dikelola dan dikendalikan oleh sebuah software yang disebut dengan MAM (Media Asset Management). Produsen software MAM yang cukup populer diantaranya adalah:

1. Avid -> http://www.avid.com/US/categories/Broadcast-Newsroom-Systems
2. Dalet-> http://www.dalet.com/galaxy
3. Etere -> http://www.etere.com/DocView/6493/Media-Asset-Management-(MAM)-.aspx
4. Gorilla Science ->http://www.gorillascience.com
5. Mastech -> http://www.masstech.com/products/topaz%E2%84%A2
6. Softcast -> http://www.softcast-technology.com/
7. SSL Gravity -> http://www.solidstatelogic.com/gravity/asset-manager

sedangkan produsen software Newsroom Automation diantaranya adalah:

1. Avid iNews -> http://www.avid.com/US/products/iNEWS
2. Dalet -> http://www.dalet.com/dalet-news-pack
3. ENPS -> http://www.enps.com/
4. EZ-News -> http://www.eznews.com/
5. News King -> http://www.comprompter.com/html/products/news_king_frameset.html
6. Octopus -> http://www.octopus-news.com
7. Softcast -> http://www.softcast-technology.com/

Gambar 2: Salah satu tampilan news automation yang sudah terintegrasi dengan software editing

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © Januari 2012.