Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Studio: Audio Work Flow

Di dalam Studio pengambilan sinyal audio sama sekali terpisah dari sinyal video. Sinyal audio diambil menggunakan microphone sedangkan sinyal video diambil menggunakan kamera. Microphone berisi sebuah transducer yang berfungsi untuk mengubah tekanan udara menjadi sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal listrik dengan frekuensi 20 Hz s/d 20 kHz inilah yang kemudian disebut dengan sinyal audio. Sinyal audio yang dihasilkan oleh microphone itu masih sangat lemah, sehingga memerlukan penguatan beberapa tingkat.

Setelah cukup kuat maka sinyal-sinyal audio yang berasal dari beberapa microphone itu selanjutnya diatur dan dikendalikan melalui Audio Mixer. Output dari Audio Mixer ini selanjutnya di-distribusi-kan ke berbagai tujuan dengan menggunakan ADA (Audio Distribution Amplifier) agar sinyal yang terbagi-bagi itu amplitudonya semua sama.

Sekedar illustrasi, salah satu output Mixer dikirim ke Pemancar (bersama-sama dengan sinyal video) untuk disiarkan. Output lainnya dihubungkan ke Video Recorder (A) atau Video Recorder (B) untuk direkam (bersama-sama dengan sinyal video) pada saat rekaman (taping). Output lainnya lagi direkam ke Instant Replay (bersama-sama dengan sinyal video) agar bisa segera diputar ulang sesaat sesudah direkam. Demikian seterusnya output dari Mixer itu dapat dikirim ke tempat tujuannya sesuai desain yang diinginkan.

Ada dua jenis hubungan dari Microphone ke Audio Mixer, yaitu menggunakan kabel (wired) dan tanpa kabel (wireless). Kabel umumnya digunakan untuk menghubungkan Microphone yang posisinya tetap atau jarang berpindah-pindah, sedangkan hubungan ttanpa kabel (wireless) sangat cocok untuk Microphone yang posisinya sering berpindah-pindah.

Wireless Microphone juga punya dua tipe, yaitu tipe dipegang (handheld) dan tipe Clip-On (dijepit di baju). Tipe handheld umumnya sudah menyatu dengan pemancar yg terletak di dalam rongga pegangannya, sedangkan tipe Clip-On harus dihubungkan ke pemancar yang terletak di dalam Belt-Pack. Dari pemancarnya itulah sinyal audio itu dikirim (menggunakan frekuensi radio dengan sistem modulasi FM) sehingga bisa ditangkap oleh Receiver (Rx) untuk kemudian dihubungkan ke input Audio Mixer.

Untuk keperluan monitoring ada beberapa Audio Monitor yang harus dipasang. Satu untuk operator audio itu sendiri, satu untuk operator video dan satu lagi untuk audience (Floor Monitor). Satu output lagi dihubungkan ke IFB (Intercom Fold Back) yang tersambung dengan Ear Set yang dipasang di telinga Anchor / MC / pembawa acara agar mereka dapat memonitor suara program dan juga suara mereka sendiri pada saat On Air.

Dalam beberapa kasus bila ada program yang memerlukan musik sebagai background, maka CD Player atau Flashdish Player perlu disediakan untuk memenuhi kebutuhan ini.

Peralatan yang disebut Telephone Hybrid sangat diperlukan agar dari studio bisa menyiarkan suara yang berasal dari nara sumber yang berada di luar studio melalui sambungan telephone. Telephone Hybrid berfungsi untuk mengambil sinyal voice yang mengalir pada saluran telephone untuk kemudian dimasukkan ke dalam Audio Mixer, dan sebaliknya mengambil sinyal audio dari Mixer untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam saluran telephone.

Jumlah saluran telephone yang bisa diakomodir oleh Telephone Hybrid bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bisa satu, dua, enam hingga 12 saluran telephone. Dengan demikian satu, dua, 6 hingga 12 suara nara sumber dapat ditayangkan bersama-sama dengan suara Anchor, MC atau Pembawa Acara yang ada di dalam studio.

Di beberapa studio ada yang menggunakan Real Set dan ada yang menggunakan Virtual Set. Virtual Set adalah sebuah komputer graphic yang mampu mengolah gambar-gambar graphic 3 demensi sedemikian rupa sehinga hasilnya sangat mirip dengan set sungguhan (Real Set). Virtual Set bisa membuat seseorang berada di sebuah ruang yang nyata (Real Set), padahal sesungguhnya dia hanya berada di depan sebuah set berupa layar berwarna hijau atau biru.

Dalam mengolah gambar-gambar graphic itu, Virtual Set pasti membutuhkan waktu, meskipun hanya sepersekian detik. Oleh karena itu bila sebuah studio menggunakan Virtual Set, maka diperlukan sebuah peralatan yang disebut Audio Delay yang berfungsi untuk menunda sinyal audio sepersekian detik agar sinkron dengan gambar-gambar graphic hasil dari olahan Virtual Set itu.

Gambar 1 : Diagram audio flow untuk sebuah studio secara umum. Perbesar Gambar.

Artikel Selanjutnya:

  1. Intercom
  2. Lighting

Atau kembali ke: Video Flow atau Cara Kerja Stasiun TV

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © Oktober 2011