Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


Studio: Lighting System

Dalam fotografi keberadaan cahaya adalah mutlak. Tanpa cahaya tidak mungkin gambar bisa diambil. Demikian juga dengan kamera video. Tanpa cahaya yang cukup, gambar yang dihasilkan akan dipenuhi oleh noise. Itulah sebabnya lighting menjadi komponen yang sangat vital di dalam studio. Namun cahaya yang berasal dari lampu-lampu itu harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak hanya membuat obyek gambar menjadi terang saja, tapi harus juga mampu menimbulkan kesan 3 demensi, kesan artistik dan bahkan jika perlu bisa juga bisa menimbulkan kesan dramatik.

Teknik paling mendasar dari sistem pencahayaan adalah Three Point Lighting atau 3 titik pencahayaan sebagimana ditunjukan dalam gambar (1) dan gambar (2) di bawah ini. Konsep dasar pencahayaan ini terdiri dari 3 sumber cahaya, yaitu Key, Fill dan Back Light, dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi.

 

Gambar (1): Contoh penerapan konsep 3 titik pencahayaan.
(a) Gambaran umum dalam 3 dimensi (b) Posisi sumber cahaya dilihat dari atas

Gambar (2): Contoh penerapan konsep 3 titik pencahayaan dilihat dari samping.
Sumber: Cyber College

Key Light berfungsi untuk menampilkan bentuk, ukuran dan detail permukaan obyek, sedangkan Fill Light berfungsi untuk “mengisi” cahaya pada bayangan obyek akibat dari Key Light.

Key Light memang menjadi “kunci”, karena cahaya yang dihasilkan akan membuat obyek gambar menjadi jelas, sehingga bentuknya, ukuranya dan detail-detail permukaaannya dapat ditangkap oleh kamera dengan jelas. Namun cahaya yang datang dari satu titik pasti akan menimbulkan bayangan. Nah di sinilah Fill Light mengambil peran, yaitu untuk memberi cahaya pada bayangan itu agar tidak terlalu gelap.

Namun demikian kekuatan cahaya dari Fill Light haruslah dibuat lebih redup dari Key Light. Tujuannya adalah agar bayangan itu tetap ada, untuk menunjukan bahwa obyek adalah benda 3 demensi, tapi tidak terlalu gelap supaya detail dari permukaan obyek masih cukup jelas untuk ditangkap kamera.

Untuk mengurangi kekuatan cahaya dari Fill Light bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya: lampu yang digunakan dayanya (watt) lebih kecil, atau di depan Fill Light diberi penghalang transparan. Bisa juga posisi Fill Light agak dijauhkan dari obyek. Jika posisi Fill Light sudah dibuat permanen (tak bisa digeser posisinya) maka bisa juga digunakan Lamp Dimmer, yaitu sebuah alat yang mampu mengatur besar-kecilnya cahaya yang dihasilkan oleh lampu.

Sementara itu, Back Light berfungsi untuk memisahkan obyek dari latar belakangnya. Artinya antara obyek dan latar belakangnya akan menjadi terlihat jelas bedanya. Back Light juga akan menimbulkan efek khusus pada obyek, yaitu berupa cahaya halus yang muncul di pinggir-pinggir obyek. Efek ini akan nampak lebih jelas ketika cahaya dari Back Light tepat mengenai rambut. Itulah sebabnya Back Light sering juga disebut dengan Hair Light, karena efek dari Back Light yang lebih menonjolkan rambut. Pengaturan yang seimbang antara Key, Fill dan Back Light akan meningkatkan kesan 3 demensi yang sangat kuat pada obyek.

Gambar (3): Contoh penerapan konsep three point lighting pada 3 obyek.
Sumber: Cyber College

Penerapan atas konsep Three Point Lighting ini tentu sangat banyak sekali variasinya. Mulai dari posisi lampunya, ketinggiannya, sudutnya, jenis lampunya, dayanya, fokusnya, warnanya, pantulan dari object sekelilingnya dlsbg. Semua itu akan memberi efek yang berbeda tergantung dari kebutuhan program dan arahan dari Direktur Fotografinya. Teknik pencahayaan pada tahap lanjut adalah sebuah karya seni , bukan lagi teknologi. Pada tahap ini teknologi hanya memfasilitasi para pekerja seni untuk menghasilkan karya-karya terbaik mereka. Gambar (3) memperlihatkan salah satu variasi dari konsep Three Point Lighting, sedangkan gambar (4) memperlihatkan sebuah instalasi lighting system di sebuah studio di Middlesex University, USA.

Gambar (4): Contoh instalasi lighting di sebuah studio di Middlesex University
Sumber: Entertainment Technology - News On Web (ET-NOW)

Artikel Selanjutnya: Editing Linier

Artikel sebelumnya:

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © Oktober 2011