Agar tidak hilang begitu saja, maka ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.


 
Home | Produk | Alamat Kontak | Management | Bisnis Link | Artikel Teknik


DV Menembus Batas

Spesifikasi teknik dari format cassete DV adalah merupakan hasil kesepakan dari sekitar 60 produsen peralatan elektronik terkemuka dunia yang tergabung dalam DVC (Digital VCR Consortium), dimana format yang kemudian dikenal dengan singkatan DV ini awalnya hanya ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kelas konsumen. Maka mudah dipahami bahwa teknologi DV telah berhasil menembus batas harga yang terjangkau oleh kantong-kantong individu. Namun kenyataanya DV kini telah diakui secara luas tidak hanya di kalangan konsumen tetapi juga di kalangan professional dan industri penyiaran. Ini menjadi bukti bahwa DV adalah produk berkualitas tinggi.



Gambar 1: Tabel perbandingan beberapa jenis pita casste video

Adam J. Wilt, seorang praktisi dan konsultan audio-visual, di dalam website-nya www.adamwilt.com, memaparkan hasil penilaiannya terhadap beberapa format pita cassete video ini berdasarkan kualitas yang dihasilkannya. Bila penilaian Adam Wilt ini dituangkan dalam bentuk tabel maka akan mudah dilihat bahwa kualitas cassete DV setingkat lebih tinggi dibanding Betacam SP. Padahal Betacam SP telah diakui sebagai standar media penyimpan video analog kelas broadcast. Dengan demikian, dari segi kualitas, pita cassete DV layak untuk diakui juga sebagai media penyimpan video digital kelas broadcast (perhatikan tabel pada gambar 1).

Di awal kehadirannya pita cassete DVCpro buatan Panasonic terlihat lebih menguasai pasar. Sebab DVCpro mampu memenuhi kebutuhan pasar di masa transisi, yaitu transisi dari pita cassete analog ke pita cassste digital. Hal ini bisa ditelusuri dari mesin-mesin VTR DVCpro yang hampir seukuran besarnya dengan mesin VTR Betacam SP. Selain itu lebar track dalam pita DVCpro adalah 18 mikron (perhatikan tabel pada gambar 2). Ini adalah track yang paling lebar dibanding pita DV merk lain. Hal ini bisa dimaklumi mengingat pada waktu itu proses edting masih dilakukan secara linier (mengedit dari satu VTR ke VTR yang lain). Sebab ketika sedang mencari gambar, pita cassete ini harus diputar maju mundur dan berulang-ulang, sehingga diperlukan track yang cukup lebar. Yang dimaksud lebar track adalah satu garis (track) dalam pita magnetik itu yang digunakan sebagai tempat menyimpan data. Dengan track yang lebih lebar berarti jumlah butiran magnet di dalamnya tentu lebih banyak, sehingga tidak gampang hilang akibat gesekan dengan head ketika diputar maju-mundur dan berulang-ulang.

Saat ini Editing Linier sudah banyak ditinggalkan, dan proses editing beralih ke Editing Non-Linier yang mengandalkan sistem random acces dari hardisk komputer ketika sedang mencari gambar. Itulah sebabnya pita DV / miniDV menjadi semakin populer mengingat teknologi yang digunakan sama persis dengan DVCpro maupun DVcam. Walaupun hanya dengan lebar track 10 micron saja tapi ini sudah cukup rigid untuk merekam data video ke dalam butir-butir material megnetiknya. Gesekan maju-mundur pita dengan head menjadi jarang, karena proses editing tidak lagi membutuhkan mesin-mesin pemutar cassete melainkan dilakukan secara non linier di dalam sebuah komputer.

Gambar 2: Tabel perbandingan antara pita cassete: DV, DVcam dan DVCpro
Sumber Tabel : www.adamwilt.com

 

Gambar 3: Perbedaan ukuran cassete DVcam, DVCpro dan mini-DV

Ditulis oleh Dwi Ananto Widjojo @ PT. Dua Wijaya Teleinformatika © 2009